Apalah


Adakah aku telah salah? Adakah aku kembali bermain-main dengan harapan? Adakah aku terlalu berharap bahwa semua yang terucap akan terwujud tanpa reversi realita ?

Entahlah. Ketika emosi bukan mutlak milikku seorang diri, kegamangan untuk mengungkapkan kejujuran perasaan selalu menyertai. Adakah sebaiknya aku diam, dan membiarkan perasaan ini tergerogoti rayap-rayap kekecewaan ?

Rasanya juga tak seharusnya seperti itu, sebab aku mencintaimu bukan untuk menyakiti perasaanku sendiri. Adakah aku dulu yang membentukmu menjadi seperti ini, ataukah memang kau telah berevolusi menjadi seseorang yang tampak sama diluar namun jauh berbeda di dalam? Oh… aku tak tahu, dan tak sedikitpun perkiraanku dapat memberikan jawaban yang menenggelamkan ‘aku’ dalam ketenangan.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s