Indonesian Finance Festival 2011 (IFF 2011)


Masih tentang Debate Competition yang sedikit demi sedikit menunjukkan eksistensi intelektual dari para mahasiswa UMN. Di bulan Maret 2011, sejumlah mahasiswa UMN berlaga dalam Indonesian Finance Festival 2011 (IFF  2011) yang diadakan oleh STAN (Sekolah Tinggi Akuntansi Negara) di Bintaro, Tangerang Selatan.

IFF debate competition adalah lomba debat berskala nasional yang melibatkan beberapa peserta dari universitas ternama seperti Universitas Indonesia, President University, Atma Jaya Jakarta, UNPAD Bandung, Ganjaran Gede Jaya (tim campuran mahasiswa UI dan Binus), Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta (UAD), Universitas Sriwijaya (UNSRI), Indonesian Debating Forum (IDF, tim campuran dari mahasiswa UNDIP, UGM dan UI), dan STAN English Club. Beberapa peserta yang berlaga terhitung sebagai debater senior dan pernah memenangkan sejumlah kejuaraan debat tingkat nasional seperti NUEDC, IVED dan FT, di antaranya adalah Satrio Adi Pratama (NUEDC’10 Champ), Eldhianto Jusuf (IVED’11 Champ) dan Ahmad Naufal Dai (FT’09 Champ). Sementara, para mahasiswa UMN yang berpartisipasi dalam lomba ini masih terhitung sebagai orang baru (novices / newbies) di ajang debat mahasiswa nasional. Mereka adalah Helga Liliani Cakra Dewi (Ilkom ‘10), Jessica Kristie Vancy Longdong (Ilkom ‘10), dan Joseph Reinaldo (DKV ’08).

Meskipun dipersiapkan “hanya” dalam kurun waktu kurang dari sebulan sejak menerima undangan, dan awalnya cukup bingung mengolah 16 motions yang sangat kental terkait dengan bidang finance (sebagai contoh saja: THW ban derivative instruments; THW impose extra tax on banks which received bailout funds; THBT certified public accountants who fail to identify fraud should be held criminally liable; In the case of transfer pricing, THBT tax rate should remain progressive instead of flat; THW diversify goods subjected to excise), tim debat UMN tetap mampu menunjukkan kebolehan mereka dalam berargumen yang terkait dengan motions yang dikeluarkan oleh panitia IFF.

Kompetisi debat IFF 2011 berlangsung sejak hari Kamis tanggal 10 Maret hingga babak final Minggu, 13 Maret. Sejak akhir Februari 2011, tim debat UMN sudah mempersiapkan diri dengan mengasah kemampuan berargumen, didampingi pelatih Mr. Anjar Dwi Astono yang berduet dengan Mr. Hendar Putranto (co-coach, manager team). Sebelum masuk ke babak kompetisi, pada hari Kamis 10 Maret, para peserta dari berbagai universitas mendapatkan pembekalan skill debating dan adjudicatingDebating Seminar dan Adjudicator Seminar . Kedua seminar tersebut dibawakan oleh A-Core (Adjudicator Core) atau Tim Panitia Inti, yang berisikan pembicara yang memang sudah sangat berpengalaman dan handal di bidang debating dan adjudicating, yaitu Halim Nuswantoro (STAN), Teddy Triatmodjo Amidjaja (STAN), dan Bryan Gunawan (Binus). Selain dua seminar wajib ini, pihak panitia IFF juga menyampaikan sejumlah peraturan yang harus diketahui, diperhatikan, dan dipatuhi para debaters dan adjudicators selama kompetisi berlangsung. Salah satu aturan yang unik dan mengesan dalam IFF 2011 ini adalah Tie Breaking Adjudication System, di mana adjudicator juga dinilai oleh peserta debat selama preliminary rounds, dan poin yang mereka peroleh dari hasil adju tersebut akan berkontribusi pada poin total kemenangan (breaking) suatu tim untuk breaking ke babak semifinal.

Di babak  persiapan (round 0), motion yang harus dibela tim UMN dalam posisi sebagai affirmative group / government adalah “This House Believes That ASEAN should have single currency.” Di babak selanjutnya, round 1 sampai dengan round 5, berturut-turut tim UMN bertanding melawan UNPAD, STAN English Club, Ganjaran Gede Jaya, President University dan UNSRI team B. Tim UMN berhasil memenangkan dua dari lima rounds tersebut. Meskipun tidak breaking ke babak semifinal, dua kemenangan yang diraih tim UMN di babak penyisihan adalah hal yang pantas diapresiasi. Selanjutnya, prestasi ini dapat terus ditingkatkan di ajang lomba debat berikutnya.

Selain debaters, UMN juga mengirimkan utusan di bidang penjurian (adjudicator), yaitu Suviyanti (Ilkom ’10) dan Reginald Suherman (Manajemen 2008). Sebagaimana debaters, mereka berdua masih terbilang baru di bidang adjudicating namun sudah mampu menjalankan tugasnya dengan baik dan berpotensi untuk kembali mewakili UMN.

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s