Perdebatan yang Mengharumkan nama UMN


Debat (disputatio) adalah sebuah metode formal untuk mencari kebenaran dengan mempertahankan suatu argumen, baik itu argumen pro maupun kontra terhadap suatu pernyataan. Dalam dunia akademis, perdebatan ilmiah adalah sebuah keniscayaan yang dilandasi tiga prinsip pokok berikut ini, yaitu: konsistensi logis, keakuratan data dan fakta, dan juga strategi yang tepat untuk menyentuh emosi audiens supaya perdebatan menjadi lebih hidup dan menarik.

UMN adalah “pemain baru” dalam semesta perdebatan ilmiah di Indonesia, tidak seperti beberapa universitas negeri dan swasta yang lebih “senior”. Keikutsertaan UMN dalam lomba debat mahasiswa yang diselenggarakan oleh stasiun televisi Jak-TV bekerjasama dengan President University sudah dimulai sejak babak penyisihan, 20 Agustus 2010 yang lalu, ketika bertanding melawan Universitas Muhammadiyah. Tim debat UMN (formasi babak penyisihan) diwakili oleh empat orang mahasiswa yaitu Silvanus Alvin, Lupita Wijaya, Viriya Paramita dan Benediktus Krisna Yogatama. Kesemuanya adalah mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi angkatan 2009.

Di babak penyisihan kedua, tim UMN menang WO melawan tim Universitas Satya Negara Indonesia (USNI) dan sebagai gantinya, tim UMN bertanding melawan tim debat dari President University untuk mendapatkan nilai performa dari juri yang menentukan kelolosan ke babak selanjutnya. Pada babak penyisihan kedua ini, ternyata aturannya diubah. Hanya dibutuhkan tiga orang saja untuk setiap timnya, sehingga salah seorang rekan (Krisna) dengan “hati yang besar dan jiwa rela berkorban” mengundurkan diri. Dinilai sebagai pertandingan yang paling menghibur oleh para juri, tim UMN pun berhasil melenggang masuk ke babak semifinal (enam besar).

Lawan selanjutnya adalah tim Atma Jaya dengan mosi “sistem PNS di luar instansi militer dan hukum, harus diganti dengan sistem manajemen profesional.” Pertandingan dilangsungkan pada hari Senin, 10 Januari 2011 bertempat di kampus Anggrek, Binus. Pertandingan berlangsung cukup berimbang. Kedua tim saling beradu argumen dan logika serta tidak mau mengalah sedikitpun. Setelah melewati pertarungan yang ketat, tim UMN diumumkan dewan juri sebagai pemenang pertandingan dan berhasil lolos ke babak tiga besar (babak final).

Dengan dukungan dan doa dari segala pihak untuk perjuangan di babak tiga besar, tim UMN masih akan menorehkan sejarah dengan menampilkan yang terbaik pada babak final awal Februari 2011 nanti. Semoga!

Penulis: Viriya Paramita (anggota tim debat UMN), editor: Hendar Putranto (mentor dan pelatih)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s