The 2011 Southeast Asian English Olympics: Ambassadors of Nation


Tanggal 14 – 19 Februari 2011 lalu, sejumlah mahasiswa UMN berpartisipasi dalam sebuah ajang kompetisi bahasa Inggris berskala internasional, yaitu The 2011 Southeast Asian English Olympics: Ambassadors of Nation yang diadakan oleh Binus University. Kompetisi ini memperlombakan enam bidang yang menguji bakat dan talenta pesertanya, antara lain Debate, Movie Making, Speech, Scrabble, News Casting dan Storytelling.

Didampingi oleh seorang anggota BEM, yaitu Rheza (TI 2009), para delegasi dari UMN menghadiri Technical Meeting dan Coaching Clinic pada hari Senin, 14 Februari, dan keesokan harinya sudah siap berkompetisi. Untuk bidang debat ada Eleonora Helga (Ilkom 2010), Jessica (Ilkom 2010), Andrew (Ilkom 2010) dan Amanda (Ilkom 2010). Ada pula Edwina Renaganis (Ilkom 2010) untuk lomba Speech, Lidya Franciscus (Ilkom 2010) dalam News Casting, Missy Melita (PR 2009) dan Wendy Halim (Jurnal 2008) dalam Scrabble, Quincy Meilisa (PR 2009), Shearen Howanta (PR 2009) dan Fredericus Adi Waskita (Ilkom 2010) pada Storytelling.

Dalam sesi Coaching Clinic, para peserta mendapat banyak masukan dan tips untuk berkompetisi dari para pakar yang berkompeten di bidangnya. Di antaranya ada Mr. Ferdy Anthonius, salah satu pemain Scrabble terbaik di Indonesia.

Sejauh mata memandang, setiap peserta tampak begitu sibuk mempersiapkan diri agar dapat lolos ke babak selanjutnya. “Salah satu lawan saya berasal dari Filipina, dan kehebatan mereka membuat saya tertantang untuk tampil lebih maksimal,” aku Shearen saat sedang menunggu giliran untuk tampil. “Ajang prestisius ini  merupakan suatu kesempatan langka bagi kami untuk mempertunjukkan bakat dan talenta yang kami miliki di mata negara ASEAN lainnya, ” timpal Missy bersemangat.

Setelah 2 hari menjalani babak pre-eliminasi dan satu hari tur wisata ke TMII, daftar nama peserta yang berhasil lolos ke Octo Final Round diumumkan pada saat Gala Dinner yang bertempat di restoran Bumbu Desa. Dua mahasiswa UMN, Quincy dan Derry, berhasil lolos ke babak Octo Final dalam Storytelling. Dukungan dan semangat tak hentinya disampaikan oleh berbagai pihak, baik dari sesama peserta, panitia, maupun juri.

Kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda. Para mahasiswa menjadikan kompetisi ini sebagai tantangan untuk tampil lebih baik lagi di kemudian hari. “Saya beruntung dapat mengikuti kompetisi ini, karena selain mendapatkan banyak pengetahuan, juga bertambah banyak teman, baik dari Indonesia maupun dari luar negeri. Walaupun tidak menang, tapi saya bangga karena sudah bisa sampai sejauh ini.” ujar Quincy setelah mendengar pengumuman bahwa ia dan Derry tidak berhasil lolos ke babak selanjutnya.

Kini para mahasiswa semakin giat berlatih untuk mengikuti kompetisi sejenis berikutnya. Semangat untuk kita semua! Proficiat!

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s