Hack TV berlangganan


Investigasi  terhadap kebocoran yang terjadi pada industri tv berbayar yang dilakukan Asosiasi Penyelenggara Multimedia Indonesia(APMI), menunjukkan terdapat 685 operator pay TV ilegal yang beroperasi dan tumbuh subur.  APMI menyebut pelanggan resmi pengguna TV pay di Indonesia adalah  800 ribu, dan hasil penyelidikan menunjukkan pay TV ilegal berhasil menjaring 1,4 juta pelanggan, yang  umumnya berada di wilayah Indonesia bagian timur.

Secara angka, jika berlangganan pay TV ilegal cukup mengeluarkan uang Rp. 30.000, maka keuntungan operator tak berlisensi selama satu bulan adalah 42 miliar atau Rp. 500 miliar dalam setahun.

TV berlangganan di Indonesia secara resmi dikelola oleh operator seperti Indovision, Aora TV, Top TV, Yes Tv, IM2, dan First Media.  Masing-masing pengelola biasanya memiliki acara unggulan dan menjadi acuan untuk menentukan tarif untuk berlangganan. Sementara TV pay ilegal, memberikan layanan satu akses ke semua saluran tv berbayar (premium channels air unedited).

Mereka tidak mengenal paket tv-on-demand yang biasanya membatasi acara tv berdasar paket/permintaan yang diberlakukan tv berbayar resmi.  Cukup mengeluarkan uang 30rb perbulan semua orang bebas menonton acara TV seperti HBO, ESPN, Celestial, Cinemax, dll.

Tontonan premium yang disajikan dalam saluran analog dan digital terrestrial lewat media kabel atau satelit, membuat banyak orang tergiur untuk dapat menikmatinya. Apalagi bila ditawarkan dengan harga sangat murah.

Di negara seperti Pakistan, sebuah survey  mencatat angka US $ 1.43 juta mewakili 26% pendapatan yang hilang akibat berbondong-bondongnya 4,6 juta orang untuk membayar murah TV Kabel tak resmi, sementara pelanggan resminya sendiri cuma 345.000 orang. Di hongkong, pay TV piracy-nya membuat kerugian US $ 27,4 juta. Dan yang luarbiasa di India terdapat 73 juta pelanggan TV berbayar dengan tingkat kebocoran US $ 985 juta. Sementara dengan 1,32 juta sambungan tidak sah, Thailand menderita kerugian tahunan dalam kisaran US $ 180 juta.

Ini adalah fakta-fakta baru yang menyoroti fenomena pertumbuhan kebutuhan industri TV berbayar terhadap pertumbuhan inteletual masyarakat akan kebutuhan hiburan, dan hilangnya kesempatan banyak orang untuk menikmati tontonan berkualitas dengan harga terjangkau.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s